*Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.*   Perikop yang disajikan Matius menyingkapkan perjuangan yang tak kenal lelah dan putus asa untuk meminta pertolongan Yesus. Mereka terus mencari Yesus walau dihadang kesulitan.

Mengalami sakit pendarahan dalam jangka waktu yang lama, 12 tahun, membuat seolah harapan untuk sembuh hilang. Perempuan itu, selama kurun waktu itu, mengalami pengucilan, karena ia dinyatakan najis dan orang yang bersentuhan dengannya juga dinyaakan najis (bdk. Im 15: 19.25).  Akan tetapi, ketika ia melihat Yesus, iman dan harapannya mengatasi segala kesulitan yang ia alami.   “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh,” mengungkapkan sikap batin yang pantang menyerah dan harapan yang tak pernah putus. Mengetahui iman, harapan dan kasih yang dicurahkan perempuan itu, Yesus membangkitkan harapannya, “Teguhkanlah hatimu.” Ungkapan, “hai anak-Ku”, menyingkapkan bahwa Yesus  merengkuh mereka yang dianggap najis dan disingkirkan oleh komunitas yang seharusnya berbelas kasih padanya. Yesus mencari, menemukan dan membawa pulang ke kandang setiap domba yang hilang. Terlebih, Yesus menyalakan dan memulihkan iman perempuan yang sakit itu. Padanya Ia menyingkapkan Allah yang berbelas kasih, _Misericordiae Vultus_. Ia bersabda (Mat 9:22) , _“Imanmu telah menyelamatkan engkau”_,  _fides tua te salvam fecit_.

*Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.*    Yesus mengabaikan keraguan dan tertawaan orang banyak. Ia bersabda, “Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.” Orang-orang tertawa karena mereka tahu bagaimana membedakan orang mati dan orang tidur. Kematian sering kali menghambat orang untuk melewati ambang batas keraguan dan tetap berpegang pada iman yang sejati. Dalam Perjanjian Lama, Kitab Kejadian, Abraham dan Sara juga tertawa atas rencana Allah yang ditujukan padanya. Mereka tidak percaya akan sesuatu yang tidak mustahil dilakukan Allah (lih. Kej 17: 17; 18: 12-14; Luk 1: 27).  Kematian juga menjadikan orang najis (Im 21: 11).

Melihat kepercayaan ayah gadis itu yang tidak mempedulikan pandangan orang tentang dirinya, Yesus masuk ke rumah pemimpin sinagoga Kapernaum. Memegang tangan anak itu. Dan bangkitlah anak itu. Markus menambahkan sabda Yesus, “Talita kúm!”, yang berarti, “Hai anakKu, Aku berkata kepadamu, bangunlah!”  (Mrk 5: 41). Orang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan atas kehidupan dan Ia mengatasi maut, kematian.

Pada kita ada tantangan : “Mengapa aku meragukan Yesus?”

“Confide, filia; fides tua te salvam fecit.” (Matthaeum 9: 22).

Salve. ac eko wahyono. canisii seminarium. 1982-1986. 081233052768. ac.eko.wahyono@gmail.com