*Yesus memanggil*. Yesus memanggil para murid dan mendidik mereka selama masa pelayananNya. Panggilan dan pendidikan itu bertujuan agar mereka menjadikan Yesus pusat hidup mereka. Setelah dirasa cukup saatnya, Yesus mengutus ke dua belas rasul untuk pergi dan mewartakan Kerajaan Sorga sudah dekat. Kerajaan itu adalah komunitas pria dan wanita yang mengenal Allah sebagai  Allah Tritunggal, yang penuh kasih dan kerahiman, dan yang dengan suka rela menaati dan menghormati Allah sebagai Tuhan dan Raja. Yesus pun mengajarkan agar para murid memohon Allah untuk meraja dalam hidup mereka dan di dunia : Datanglah KerajaanMu dan jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam sorga.  Dalam tugas itu, Yesus memberi mereka kuasa untuk mengusir setan, menyembuhkan penyakit dan mengatasi kelemahan. Dengan kata lain, dalam tata dunia sekarang, mereka berpartisipasi dalam mewujudkan kesejahteraan umum.

Konsili Vatikan dalam *Konstitusi Pastoral tentang Gereja di Dunia Dewasa Ini* mengajarkan, “… kesejahteraan umum ialah: keseluruhan kondisi-kondisi hidup kemasyarakatan, yang memungkinkan baik kelompok-kelompok maupun anggota-anggota perorangan, untuk secara lebih penuh dan lebih lancar mencapai kesempurnaan mereka sendiri. Setiap kelompok harus memperhitungkan kebutuhan-kebutuhan serta aspirasi-aspirasi kelompok-kelompok lain yang wajar, bahkan kesejahteraan umum segenap keluarga manusia” ( *Gaudium et Spes* , artikel nomor 26).

*Inilah nama*. Daftar nama ke dua belas rasul sepertinya terkait dengan Perjanjian Lama. Nama Simon atau Simeon berasal dari keluarga Yakub (Kej 29:33). Yakubus sama dengan Yakub (Kej 25:26). Yudas atau Yehuda adalah anak laki-laki Yakub (Kej 35:23). Matius memiliki nama lain Lewi (Mrk 2:14), yang juga salah satu anak laki-laki Yakub (Kej 35:23). Nama yang disandang tujuh orang rasul berasal dari bama para Bapa Bangsa: dua orang disebut Simon/Simeon; dua disebut Yudas/Yehuda; dua disebut Yakub; dan satu Lewi. Hanya satu yang memiliki nama Yunani : Filipus. Penginjil Matius rupanya menyingkapkan Yesus membentuk umat yang baru, dilandasi oleh ikatan dengan perjanjian Allah dengan Abraham.

*Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat*. Yesus mengutus para murid pergi ke wilayah sekitar Galilia. Ia memerintahkan mereka, _”Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat”_ (Mat 10:5-7).   Perintah-Nya mengandung tiga makna : (1) jangan pergi kepada bangsa-bangsa lain, (2) jangan memasuki kota-kota Samaria, dan (3) pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.   Memang, sepertinya ada sikap menutup diri terhadap bangsa lain dalam perintah di atas. Namun, Santo Paulus, yang sangat kuat membela keterbukaan terhadap bangsa-bangsa asing, menyatakan persetujuannya bahwa Kabar Suka Cita tentang Yesus seharusnya pertama-tama diwartakan kepada bangsa Israel, setelah itu, kepada bangsa-bangsa lain (Rom 9:1-11, 32; bdk. Kis 1:8; 11:3; 13:46; 15:1, 5, 23-29). Namun, yang terjadi kemudian, di Injil yang sama, saat Yesus bercakap-cakap dengan perempuan dari Kanaan, Ia merentangkan tangan untuk menerima bangsa-bangsa lain (Mat 15:21-29). Kepada bangsa-bangsa lain, Ia juga memerintahkan mereka untuk mewartakan Kerajaan Sorga (Mat 10:7) _”Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat”_, _Euntes autem praedicate dicentes, “Appropinquavit regnum caelorum_

Tugas perutusan para Rasul tidak hanya kepada bangsa Yahudi, tetapi juga kepada segala bangsa terus digemakan setelah Yesus bangkit dari mati. Santo Matius menulis, _”Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”_ (Mat 28:19-20). Santo Markus menulis, _”Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum”_ (Mrk 16:15-16). Dalam Injil dan Kisah Para Rasul, Santo Lukas menulis, _”Ada tertulis bahwa Kristus harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga. Dan, pertobatan untuk pengampunan dosa akan dinyatakan dalam nama-Nya kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi-saksi dari semua ini”_ (Luk 24:46-48; Kis 1:8). Santo Yohanes meringkas seluruh perintah itu hanya dalam satu kalimat (Yoh 20:21), _”Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu”_, _sicut misit me Pater et ego mitto vos_.

Pada kita ada tantangan : “Aku sudah dipanggil-Nya, mengapa sulit bagiku menerima tugas perutusan dari-Nya?”

_Euntes autem praedicate dicentes, “Appropinquavit regnum caelorum_ – Matthaeum 10:7

ac eko wahyono. canisii seminarium. 1982-1986. 081233052768. ac.eko.wahyono@gmail.com